Jumat, 20 April 2012

Wajib Belajar 12 tahun ?


JAKARTA - Rencana pemerintah memperpanjang program wajib belajar sembilan tahun menjadi 12 tahun disambut baik oleh kaum Perempuan.

"Kami yang bekerja di akar rumput ini ingin bersinergi dan membantu sebagai mitra pemerintah untuk mengerjakan implementasi program tersebut," kata Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan Pusat Nila Moeloek usai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudohoyo dan Ibu Negara di Kantor Presiden, Senin (5/3) siang.

"Kami ingin perempuan bisa sekolah sampai SMA. Fakta sekarang dengan sembilan tahun wajib belajar, perempuan banyak kawin muda dan laki-laki mungkin tawuran karena banyak pengangguran yang disebabkan tidak cukupnya pendidikan untuk mendapatkan pekerkajaan," Jelas Nila, Seperti dilansir laman Presiden ri

"Maka untuk menghindari hal tersebut, perempuan harus mempunyai pengetahuan lebih yaitu dengan masuk ke dalam program wajib belajar 12 tahun" lanjutnya
"Dengan tamat SMA, usia kita berkisar 18 tahun. Tentu pengetahuan kita akan lebih banyak dibandingkan kalau kita lulus SMP," Nila menambahkan.


Source : Wartapedia

UN Tahun 2012 : Laporan Kecurangan Hampir Capai 20 Masalah Read more: UN Tahun 2012 : Laporan Kecurangan Hampir Capai 20 Masalah


Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan hingga tadi malam (15/04), laporan pengaduan kecurangan menjelang ujian nasional (UN) tidak banyak.
Pengaduan tersebut diterima baik melalui call center, e-mail, sms, pengaduan isu kebocoran tidak lebih dari dua puluh laporan.
“Sampai tadi malam, belum ada isu bocoran, dan jumlah aduan sangat menurun dibandingkan tahun lalu,” ujar Mendikbud usai meninjau pembagian soal UN di rayon Jakarta Utara di SMA Negeri 13 Tanjung Priuk pagi ini, Senin (16/04).
Untuk kasus dugaan kecurangan yang dilakukan pihak sekolah di Lubuk Linggau, yang memperbolehkan peserta UN membawa telepon genggam ke ruang ujian
Menteri Nuh menyampaikan, kementerian telah menurunkan tim untuk verifikasi lapangan.
Sebelum tim diturunkan, pihaknya telah mencoba menghubungi nomor telepon yang dianggap akan menyebarluaskan kunci jawaban itu, namun hasilnya nihil. Nomor tersebut tidak dapat dihubungi, dan saat dikirimi pesan singkat juga tidak ada respon.
“Meski tidak ada respon, kami tetap turunkan tim untuk verifikasi dan antisipasi,” tuturnya.
Mendikbud juga menegaskan, standar pengamanan UN diberlakukan sama baik di daerah maupun di kota. Pengawas independen dan perguruan tinggi juga ikut mengawasi UN. “Semua diperlakukan dengan cara yang sama,” tegas Mendikbud.
Antisipasi kecurangan selama UN berlangsung juga dilakukan dengan melarang peserta membawa alat komunikasi ke dalam ruangan, disamping ada lima macam soal yang diberikan di setiap ruangan. Jadi setiap siswa tidak mengetahui tipe soal mana yang sedang mereka kerjakan dari kelima tipe soal tersebut.
“Kami menegaskan betul kepada pengawas, agar hanya alat tulis saja yang boleh ikut masuk ke ruang ujian. Tanda pengenalpun harus ditaruh di luar,” ujarnya. Dengan berbagai antisipasi yang telah dilakukan, Mendikbud yakin UN tahun ini lebih bersih dari kecurangan.

Source : Wartapedia

Puluhan Ribu Fans Iringi Pemakaman Morosini

Foto: Suasana saat jenazah Morosini akan dibawa ke gereja (Foto: Getty Images)

BERGAMO - Piermario Morosini akhirnya tiba di pembaringan terakhirnya. Puluhan ribu fans mengiringi perjalanan pulang sang pemain pujaan ke pangkuan sang pencipta.

Morosini diketahui tewas usai kolaps di lapangan saat membela timnya, Livorno saat menghadapi Pescara pada lanjutan laga Serie B, Sabtu lalu. Gelandang 25 tahun yang kontrak penuhnya dimiliki Udinese diduga meninggal karena serangan jantung. (hasil otopsi belum memberikan konklusi pasti).

Setelah kemarin, fans memberikan penghormatan untuk sang pemain di Stadion Armando Pichi, kali ini Kamis (19/4/2012), para fans mendapat kesempatan terakhir mengiringi kepergian Morosini menuju makam.

Pemberkatan terakhir dilakukan di Gereja San Gregorio Barbarigo di distrik Monterosso di kawasan Bergamo, kampung halaman Morosini. Setelah pemberkatan, jenazah Morosini langsung di bawa ke pemakaman. demikian dikutip Football-Italia.

Diangkat dengan peti kayu yang dihias dengan kostum Livorno dan Atalanta, setidaknya 10.000 fans memadati jalan di sekitar gereja. Tak hanya fans, anggota tim Atalanta dan Udinese, serta sejumlah pemain dan pelatih seperti Sulley Muntari dan Roberto Donadoni turut mengiri kepergian pemain yang sempat mengenakan kostum timnas Italia U-21 ini.

Kisah hidup Morosini diketahui cukup tragis. Di usia 15 tahun, dia harus kehilangan sang Ibu dan dua tahun berselang sang ayah menyusul sehingga membuatnya jadi yatim-piatu. Kakaknya yang mengalami keterbelakangan mental juga meninggal karena bunuh diri.

Kini, setelah kepergiannya, keluarga inti Morosini  hanya menyisakan adiknya yang juga cacat. Namun, beruntung, pihak klub Udinese bersedia membiayai hidup sang adik.


Source: Bola Oke Zone 

Piermario Morosini, Pemain Livorno Liga Italia Meninggal Dunia




Pertandingan saat itu memasuki menit 33 ketika Morosini mendadak kejang-kejang di lapangan dan jatuh tak sadarkan diri setelahnya. Morosini diduga mengalami serangan jantung, sama seperti yang dialami oleh Fabrice Muamba bulan lalu.
Para pemain dan ofisial dari kedua klub mendadak panik dan langsung memberikan pertolongan pertama pada Morosini di lapangan. Ironisnya, sebuah kabar menyebutkan bahwa tidak ada defibrillatoruntuk membantu menyelamatkan nyawa Morosini saat itu.
Pemain berusia 25 tahun itu akhirnya dibawa mobil ambulans menuju rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong lagi dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Atas kejadian ini, FIGC selaku otoritas tertinggi sepakbola Italia memutuskan untuk meniadakan semua pertandingan sepakbola di Italia pada akhir pekan ini demi menghormati Morosini dan keluarga serta rekan yang ditinggalkannya.
Morosini adalah pemain kelahiran Bergamo, Italia, 5 Juli 1986. Namanya memang tidak terlalu dikenal publik sepakbola secara luas karena kariernya hanya berkutat di klub-klub kecil.
Pemain bertinggi 183cm itu memulai kariernya di tim junior Atalanta sebelum bergabung dengan Udinese pada awal musim 2005-2006 dengan status kepemilikan bersama.
Morosini kemudian sempat berpetualang ke Bologna (2006-2007) dan Vicenza (2007-2009) sebelum kembali ke Udinese pada awal musim 2009-2010.

Namun, pemain berposisi gelandang tersebut tidak bertahan lama disana. Ia dipinjamkan berturut-turut ke Reggina (2009-2010), Padova (2010), Vicenza (2011), dan Livorno (2012).
Meski demikian, karier Morosini di timnas cukup benderang. Tercatat, ia memulai debut di Timnas Italia U-17 pada usia 15 tahun dengan torehan satu gol dalam 16 kali main. Selanjutnya, ia juga pernah bermain bagi Timnas Italia U-17 (16 main, 1 gol), Italia U-18 (7 main), Italia U-19 (12 main), Italia U-20 (3 main), dan Italia U-21 (18 main).
Calcio in Lutto…Ciao, Morosini… 
Berikut adalah video ketika Morosini mengalami kejang dan lalu kolaps di lapangan:
Dan di video ini, apakah Anda melihat adanya defibrillator untuk membantu menyelamatkan nyawa Morosini?

Source : Sidomi

Piermario Morosini



Piermario Morosini adalah pemain liga sepak bola asal italia , Dia bukan lah orang yang terkenal , karna dia hanya bermain di club-club kecil di Italia  . Namun jasa nya sangat berharga bagi warga Italia . Dia di kenal karna kelincahannya dalam berbain Bola.


Profil Piermario Morosini 
Tanggal lahir : 5 Juli 1986
Tempat lahir : Bergamo, Italy
Tinggi : 183 cm
Posisi : Midfielder

Karir Piermario Morosini 
2005–2007 → Udinese 
2006–2007 → Bologna
2007–2009 → Vicenza
2009–2012 → Udinese
2009–2010 → Reggina
2010 → Padova
2011 → Vicenza
2012 → Livorno

Karir Piermario Morosini di TIMNAS
2001–2003 → Italy U-17 
2003–2004 → Italy U-18 
2004–2005 → Italy U-19 
2005–2007 → Italy U-20 
2006–2009 → Italy U-21



Warga Aceh Sudah Kenali Tanda Alam sebelum Terjadinya Tsunami

Warga Aceh Sudah Kenali Tanda Alam sebelum Terjadinya Tsunami


MEULABOH -- Sejumlah warga Aceh di kabupaten Meulaboh mengaku lebih siap menghadapi bencana tsunami. Mereka memilih untuk melakukan observasi tanda-tanda alam sebelum menyelamatkan diri.
Ini yang mereka lakukan ketika gempa berkekuatan 8.5 SR menerjang wilayah Simeulue, Nangroe Aceh Darussalam, Rabu (11/4) lalu. Seorang warga yang tinggal di tepian pantai Desa Swaendra Puri, Meulaboh, Target Simantoro, mengaku dirinya sempat menunggu dan melihat gejala alam seperti surutnya air laut sebelum melarikan diri ke dataran tinggi.
"Setelah gempa terjadi, saya justru menunggu di pinggir pantai untuk melihat air laut yang surut. Itu baru saat yang tepat untuk melarikan diri," ujarnya.
Selain melihat air laut yang surut setelah gempa besar terjadi, biasanya hal tersebut disusul oleh suara ledakan besar dari arah laut. Ity seperti yang terjadi pada bencana tsunami 2004 lalu.

Target mengaku dirinya juga tidak terlalu panik. Karena, air laut saat itu bukannya surut melainkan naik sekitar satu meter.
Meskipun dirinya mengaku tidak panik atas gejala yang disaksikannya pada Rabu lalu, Target memutuskan untuk pergi ke dataran tinggi setengah jam setelah gempa yang terjadi pukul 15.38 wib. "Kami juga tidak lama pergi meninggalkan pantai. Pada malam harinya, kami sudah kembali lagi ke rumah kami di tepian pantai," tambahnya.
Mengenai tanda peringatan tsunami, Target mengaku dirinya mendengar sirene dari perangkat EWS (Early Warning System/peringatan dini tsunami) yang terpasang di pelabuhan Jati. Sehari setelah gempa besar tersebut, Target menambahkan bahwa penduduk sudah kembali melakukan aktivitas seperti biasa. "Anak saya juga sudah kembali bersekolah keesokan harinya," tambahnya.
Source : Republika

Senin, 16 April 2012

Subhanallah, Pria Yahudi Ini Mengislamkan Jutaan Orang

Subhanallah,  Pria Yahudi Ini Mengislamkan Jutaan Orang


Jad adalah seorang pria keturunan Yahudi. Di pertengahan hidupnya, ia memeluk agama Islam. Setelah bersyahadat, ia mengubah namanya menjadi Jadullah Al-Qur'ani.  

Jad pun memutuskan hidupnya untuk berkhidmat dalam dakwah Islamiyah. Dia berdakwah ke negara-negara Afrika dan berhasil mengislamkan jutaan orang.

Sejatinya, Ibunda Jadullah adalah Yahudi fanatik, seorang dosen di salah satu lembaga tinggi. Namun di tahun 2005, dua tahun setelah kematian Jadullah, ibunya memeluk agama Islam.
 
Ibunda Jadullah menuturkan, putranya menghabiskan usianya dengan berdakwah. Dia mengaku telah melakukan beragam cara untuk mengembalikan putranya pada agama Yahudi. Namun, selalu gagal. 
 
''Mengapa seorang Ibrahim yang tidak berpendidikan dapat mengislamkan putraku,'' ujar sang ibu terheran-heran. Sedangkan dia yang berpendidikan tinggi tak mampu menarik hati putranya sendiri kepada agama Yahudi.

                                                                        ***

Kisah Jad dan Ibrahim
 
Lima puluh tahun lalu di Prancis, Jad bertetangga dengan seorang pria Turki berusia 50 tahun. Pria tersebut bernama Ibrahim. Ia memiliki toko makanan yang letaknya di dekat apartemen tempat keluarga Jad tinggal. Saat itu usia Jad baru tujuh tahun.
 
Jad seringkali membeli kebutuhan rumah tangga di toko Ibrahim. Setiap kali akan meninggalkan toko, Jad selalu mengambil coklat di toko Ibrahim tanpa izin alias mencuri. 
 
Pada suatu hari, Jad lupa tak mengambil coklat seperti biasa. Tiba-tiba, Ibrahim memanggilnya dan berkata bahwa Jad melupakan coklatnya. Tentu saja Jad sangat terkejut, karena ternyata selama ini Ibrahim mengetahui coklatnya dicuri. Jad tak pernah menyadari hal tersebut, dia pun kemudian meminta maaf dan takut Ibrahim akan melaporkan kenakalannya pada orang tua Jad.
 
"Tak apa. Yang penting kamu berjanji tidak akan mengambil apapun tanpa izin. Lalu, setiap kali kamu keluar dari sini, ambillah cokelat, itu semua milikmu!" ujar Ibrahim. Jad pun sangat gembira.
 
Waktu berlalu, tahun berubah. Ibrahim yang seorang Muslim  menjadi seorang teman bahkan seperti ayah bagi Jad, si anak Yahudi. Sudah menjadi kebiasaan Jad, dia akan berkonsultasi pada Ibrahim setiap kali menghadapi masalah. 

Dan setiap kali Jad selesai bercerita, Ibrahim selalu mengeluarkan sebuah buku dari laci lemari, memberikannya pada Jad dan menyuruhnya membuka buku tersebut secara acak. Saat Jad membukanya, Ibrahim kemudian membaca dua lembar dari buku tersebut kepada Jad dan memberikan saran dan solusi untuk masalah Jad. Hal tersebut terus terjadi. 

Hingga berlalu 14 tahun, Jad telah menjadi seorang pemuda tampan berusia 24 tahun. Sementara Ibrahim telah berusia 67 tahun.
 
Hari kematian Ibrahim pun tiba. Namun sebelum meninggal, dia telah menyiapkan kotak berisi buku yang selalu dia baca acapkali Jad berkonsultasi. Ibrahim menitipkannya kepada anak-anaknya untuk diberikan kepada Jad sebagai sebuah hadiah.
 
Mendengar kematian Ibrahim, Jad sangat berduka dan hatinya begitu terguncang. Karena selama ini, Ibrahim satu-satunya teman sejati bagi Jad, yang selalu memberikan solusi atas semua masalah yang dihadapinya. 

Selama 17 tahun, Ibrahim selalu mempelakukan Jad dengan baik. Dia tak pernah memanggil Jad dengan "Hei Yahudi" atau "Hei kafir" bahkan Ibrahim pun tak pernah mengajak Jad kepada agama Islam.

                                                                               ***
 
Hari berlalu, setiap kali tertimpa masalah, dia selalu teringat Ibrahim. Jad pun kemudian mencoba membuka halaman buku pemberian Ibrahim. Namun, buku tersebut berbahasa arab, Jad tak bisa membacanya. Ia pun pergi menemui salah satu temannya yang berkebangsaan Tunisia. Jad meminta temannya tersebut untuk membaca dua lembar dari buku tersebut. Persis seperti apa yang biasa Ibrahim lakukan untuk Jad. 
 
Teman Jad pun kemudian membaca dan menjelaskan arti dua lembar dari buku yang dia baca kepada Jad. Ternyata, apa yang dibaca sangat pas pada masalah yang tengah dihadapi Jad. Temannya pun memberikan solusi untuk masalah Jad.
 
Rasa keingin tahuannya terhadap buku itu pun tak bisa lagi dibendung. Ia pun menanyakan pada kawannnya, "Buku apakah ini?" tanyanya. Temannya pun menjawab, "Ini adalah Alquran, kitab suci umat Isam," ujarnya.
 
Jad tak percaya sekaligus merasa kagum. Jad pun kembali bertanya, "Bagaimana cara menjadi seorang Muslim?"  

Temannya menjawab, "Dengan mengucapkan syahadat dan mengikuti syariat." Kemudian, Jad pun memeluk agama Islam.
 
Setelah menjadi Muslim, Jad mengubah namanya menjadi Jadullah Al-Qur'ani. Nama tersebut diambil sebagai ungkapan penghormatan kepada Al-Qur'an yang begitu istimewa dan mampu menjawab semua permasalahan hidupnya selama ini. 

Sejak itu, Jad memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupya untuk menyebarkan ajaran yang ada pada Alquran.
 
Suatu hari, Jadullah membuka halaman Alquran pemberian Ibrahim dan menemukan sebuah lembaran. Lembaran tersebut bergambar peta dunia, ditandatangani Ibrahim dan bertuliskan ayat An-Nahl 125. 

"Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik..."  Jad pun kemudian yakin bahwa lembaran tersebut merupakan keinginan Ibrahim untuk dilaksanakan oleh Jad.
 
Jadullah pun meninggalkan Eropa dan pergi berdakwah ke negara-negara Afrika. Salah satu negara yang dikunjunginya yakni Kenya, di bagian selatan Sudan dimana mayoritas penduduk negara tersebut beragama Kristen. 

Jadullah berhasil mengislamkan lebih dari enam juta orang dari suku Zolo. Jumlah ini hanya dari satu suku tersebut, belum lagi suku lain yang berhasil dia Islamkan. Subhanallah.


Source : Republika